Hai hai.. Cuma mw berbagi pengalaman... Ceritanya kurang lebih seminggu yang lalu saya tepar masuk IGD SAri ASih CIputat.. Sebenernya dalem hati dag dig dug kaga bawa duit berhubung saya panas tinggi meriang gak jelas yg ternyata saya kena tipes... Jadilah memberanikan tanya.. Bisa bpjs kan dok? Singkat cerita bisa sodara sodara haha.. Review nya adalah... Diantara banyaknya beredar cerita yg kurang baik mengenai bpjs, saya mengalami yang baiknya... Pertama di rumah sakit dari saya masuk igd sampe rawat inep dan akhirnya dikasih rujukan rawat jalan urus bpjs nya gak ribet... Semua biaya ditanggung bpjs, dan pelayanannya dari RS SAri ASih jempolan.. Suster dan dokternya ramah.. Penanganan cepat.. Mereka bicara apa adanya mengenai ketersediaan ruangan .. Intinya tidak menyulitkan pasien.. Dengan pengalaman saya ini yg d rawat kurang lebih 1 minggu.. Saya merasa sangat terbantu dengan adanya bpjs kesehatan :)
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 28 Oktober 2015
Senin, 02 Desember 2013
UNIVERSITAS YG ADA JURUSAN KEDOKTERAN NYA!
hayoooo... apa kabar semuanya???
pusing cari kampus yang jurusannya kedokteran?
kebetulan ade gw juga pengen masuk kedokteran makanya gw share aja ya ni fakultasnya
- Nanggroe Aceh Darussalam
- Sumatera Utara
- Batam
- Riau
- Sumatera Barat
- Jambi
- Bengkulu
- Sumatera Selatan
- Universitas Sriwijaya, Palembang
- Universitas Muhammadiyah Palembang , Palembang
- Lampung
- Banten
- DKI Jakarta
- Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta
- Universitas Indonesia, Jakarta
- Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta
- Universitas Kristen Indonesia, Jakarta
- Universitas Muhammadiyah Jakarta, Jakarta
- Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta
- Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Jakarta
- Universitas Tarumanagara, Jakarta
- Universitas Trisakti, Jakarta
- Universitas YARSI, Jakarta
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Yogyakarta
- Jawa Timur
- Universitas Airlangga, Surabaya
- Universitas Hang Tuah, Surabaya
- Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Surabaya
- Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Surabaya
- Universitas Brawijaya, Malang
- Universitas Muhammadiyah Malang, Malang
- Universitas Islam Malang, Malang
- Universitas Jember, Jember
- Universitas Islam Balitar, Blitar
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Selatan
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Sulawesi Utara
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Tenggara
- Universitas Haluoleo, Kendari
- Sulawesi Selatan
- Maluku
- Papua
Rabu, 13 November 2013
hipnoterapi 3
Reverse Metaphor
Pikiran Bawah Sadar (Sub-Conscious Mind) menyimpan berbagai data, termasuk pengalaman dan kejadian di masa silam. Pikiran Bawah Sadar ini bahkan “mengetahui” hal-hal yang mungkin terlewatkan dari pengamatan Pikiran Sadar.Berdasarkan prinsip ini, maka salah satu teknik untuk mengetahui “apa yang terjadi” di masa silam yang mungkin berkaitan dengan kasus client, adalah dengan cara “bertanya” kepada Pikiran Bawah Sadar. Akan tetapi hal yang perlu juga diketahui bahwa Pikiran Bawah Sadar pada umumnya memberikan informasi berupa simbol-simbol atau “metafora”. Oleh karena itu Hypnotherapist perlu membangun “jembatan” sebagai penghubung antara Pikiran Bawah Sadar dan Pikiran Sadar, agar informasi ini dapat diterjemahkan ke bentuk bahasa verbal.
Teknik untuk merubah informasi berbentuk “metafora” menjadi informasi verbal inilah yang disebut sebagai teknik “Reverse Metaphor”.
hipnoterapi 2
ISE & SSE
Dalam menangani suatu kasus, terkadang kita perlu untuk mengetahui “akar” permasalahan dimana kasus ini bermula. Biasanya akar yang dimaksud terjadinya pada masa kecil, dimana pada saat-saat tersebut kepribadian seseorang belum stabil dan mudah “terusik” oleh suatu kejadian yang dianggap penting.Sebagai contoh, pada seseorang yang memiliki keluhan “tidak percaya diri jika berbicara di depan umum”, seringkali diakibatkan oleh suatu kejadian penting di masa kecil. Perilaku manusia seperti pohon, memiliki daun, ranting, batang, dan akar. Jika pada “akar” dilakukan sesuatu, maka akan mengakibatkan perubahan pada “daun” yang dianggap sebagai “symptom”. Hal inilah yang mendasari konsep pentingnya untuk melakukan “discovering the root cause” pada kasus-kasus tertentu. Dengan memahami “akar permasalahan”, maka kita dapat melakukan “perbaikan keadaan” di tingkat akar, yang selanjutnya akan mempengaruhi perilaku di masa kini.
Kejadian yang mengawali suatu permasalahan, yang biasanya terjadi di masa kecil, dikenal dengan nama Initial Sensitizing Event (ISE). Akan tetapi perlu dicatat bahwa tidak setiap ISE akan membawa pengaruh ke perubahan perilaku di masa datang. ISE baru benar-benar menjadi akar dari suatu permasalahan jika terdapat kejadian-kejadian penguat berikutnya setelah munculnya ISE tersebut. Kejadian-kejadian penguat tersebut dinamakan dengan Subsequent Sensitizing Event (SSE).
hipnoterapi 1
Client Center Therapy
Client Center Therapy
(CCT) merupakan “mazhab” baru di dunia Hypnotherapy, dimana dalam
konsep CCT ini Client ditempatkan sebagai “sentral” dalam seluruh proses
therapy yang diterapkan.
Bermula dari Hypnotherapy di masa silam (awal abad ke 20) yang lebih bernuansa Authoritarian, dimana Client hanya dalam posisi “pasif” alias “pasrah” untuk menerima sugesti atau saran dari seorang Hypnotherapist yang umumnya menerapkan teknik “Direct Suggestion” saja. Faktanya proses Hypnotherapy semacam ini sangat tidak efektif, dan dianggap tidak dapat “menyentuh” archetipe dari Client. Prosentase kesembuhan melalui teknik Hypnotherapy sangatlah kecil, sehingga teknik lain seperti Psychotherapy justru lebih diminati.
Sejalan dengan perkembangan pengetahuan Hypnotherapy itu sendiri, melalui berbagai tokoh-tokoh pembaharu, antara lain : Milton H. Erickson, Charles Tebbets, Dave Elman, dll., paradigma Hypnotherapy mulai bergeser, yaitu menempatkan Client sebagai sentral.
Prinsip dasar dari CCT adalah menganggap bahwa Client-lah sebagai pihak yang paling mengetahui permasalahan apakah yang sesungguhnya telah terjadi, demikian juga Client-lah yang akan mengetahui sumber-daya (resources) apakah yang dapat dipergunakan untuk penyembuhan. Dalam CCT, seorang Hypnotherapist lebih berperan sebagai fasilitator untuk membantu Client menemukan permasalahannya, menemukan penyelesaiannya, dan mengintegrasikannnya. Dalam perannya sebagai seorang fasilitator, maka seorang Hypnotherapist menggunakan berbagai teknik Hypnotherapeutic yang umumnya diterapkan secara “permissive”.
Bermula dari Hypnotherapy di masa silam (awal abad ke 20) yang lebih bernuansa Authoritarian, dimana Client hanya dalam posisi “pasif” alias “pasrah” untuk menerima sugesti atau saran dari seorang Hypnotherapist yang umumnya menerapkan teknik “Direct Suggestion” saja. Faktanya proses Hypnotherapy semacam ini sangat tidak efektif, dan dianggap tidak dapat “menyentuh” archetipe dari Client. Prosentase kesembuhan melalui teknik Hypnotherapy sangatlah kecil, sehingga teknik lain seperti Psychotherapy justru lebih diminati.
Sejalan dengan perkembangan pengetahuan Hypnotherapy itu sendiri, melalui berbagai tokoh-tokoh pembaharu, antara lain : Milton H. Erickson, Charles Tebbets, Dave Elman, dll., paradigma Hypnotherapy mulai bergeser, yaitu menempatkan Client sebagai sentral.
Prinsip dasar dari CCT adalah menganggap bahwa Client-lah sebagai pihak yang paling mengetahui permasalahan apakah yang sesungguhnya telah terjadi, demikian juga Client-lah yang akan mengetahui sumber-daya (resources) apakah yang dapat dipergunakan untuk penyembuhan. Dalam CCT, seorang Hypnotherapist lebih berperan sebagai fasilitator untuk membantu Client menemukan permasalahannya, menemukan penyelesaiannya, dan mengintegrasikannnya. Dalam perannya sebagai seorang fasilitator, maka seorang Hypnotherapist menggunakan berbagai teknik Hypnotherapeutic yang umumnya diterapkan secara “permissive”.
hypnosis 3
Critical Area
Diantara Conscious Mind dan Sub-Conscious
Mind terdapat suatu “perangkat” yang berfungsi sebagai filter yang
bertugas untuk “menyaring” data yang berasal dari luar (yang masuk
melalui panca indera) agar tidak begitu saja masuk ke Sub-Conscious
Mind. Perangkat ini secara umum disebut sebagai “Critical Area”.
Pada beberapa buku “Critical Area” ini sering juga disebut sebagai RAS atau Reticular Activating System, yang lebih menyoroti pengaruh dari fungsi neuro terhadap keaktifan filter ini.
Secara sederhana, Critical Area merupakan penampungan data sementara, sebelum data ditindak-lanjuti untuk diteruskan ke Sub-Conscious Mind, dipertahankan, atau di-“lenyapkan”. Fungsi filter dari Critical Area sangat dipengaruhi oleh logika, etika, fokus, minat, dan emosi.
Seseorang yang berada dalam kondisi “Hypnos” dalam atau “Deep Trance”, filter-nya akan terbuka “lebar”, sehingga seluruh informasi (saran) yang berasal dari luar relatif akan mudah memasuki Sub-Conscious Mind.
Seorang Hypnotist memiliki keterampilan untuk membuat Critical Area seseorang “tidak aktif”, atau dengan kata lain filter-nya akan lebih terbuka dibandingkan dalam keadaan “Normal State”.
Pada beberapa buku “Critical Area” ini sering juga disebut sebagai RAS atau Reticular Activating System, yang lebih menyoroti pengaruh dari fungsi neuro terhadap keaktifan filter ini.
Secara sederhana, Critical Area merupakan penampungan data sementara, sebelum data ditindak-lanjuti untuk diteruskan ke Sub-Conscious Mind, dipertahankan, atau di-“lenyapkan”. Fungsi filter dari Critical Area sangat dipengaruhi oleh logika, etika, fokus, minat, dan emosi.
Seseorang yang berada dalam kondisi “Hypnos” dalam atau “Deep Trance”, filter-nya akan terbuka “lebar”, sehingga seluruh informasi (saran) yang berasal dari luar relatif akan mudah memasuki Sub-Conscious Mind.
Seorang Hypnotist memiliki keterampilan untuk membuat Critical Area seseorang “tidak aktif”, atau dengan kata lain filter-nya akan lebih terbuka dibandingkan dalam keadaan “Normal State”.
GUNUNG ES MANUSIA - hypnosis 2
Mekanisme Perilaku & Tindakan Manusia
Pada
acara hipnotis panggung (entertainment hypnosis), acapkali
mempertunjukkan fenomena yang dianggap tidak masuk akal alias irasional.
Sehingga bahkan tidak sedikit pihak yang menduga bahwa acara Stage
Hypnosis hanyalah sekedar rekayasa untuk kebutuhan hiburan belaka.
Untuk memahami hal ini, mungkin sebaiknya kita mencoba untuk mencari tahu, apakah mekanisme yang terjadi di balik setiap tindakan manusia ? Hal ini mungkin dapat menjelaskan dengan baik berbagai kejadian dalam kehidupan sehari-hari yang sebetulnya sangat mirip dengan pertunjukkan hipnotis, yaitu bagaimana seseorang dapat melakukan tindakan yang “tidak masuk akal”.
Manusia bertindak dengan dilandasi pikiran, dan salah satu model psikologi menjelaskan bahwa pikiran terdiri dari bagian utama, yaitu : Pikiran Sadar (Conscious Mind) dan Pikiran Bawah Sadar (Sub-Conscious Mind).
Pikiran Sadar merupakan bagian dari pikiran kita yang bertugas untuk melakukan analisa dan pertimbangan-pertimbangan rasional, seringkali disetarakan dengan bagian kiri dari otak kita (Left Brain).
Pikiran Bawah Sadar berisikan database yang mencerminkan diri kita, dimana database ini merupakan akumulasi dari berbagai pemahaman, penalaran, pengalaman, bahkan penularan (induksi dari pihak lain) sejak mulai kita lahir sampai dengan hari ini.
Pikiran Bawah Sadar seringkali disetarakan dengan bagian kanan dari otak kita (Right Brain), oleh karena itu Pikiran Bawah Sadar merupakan wilayah yang didominasi oleh rasa dan emosi.
Yang paling menarik, Pikiran Bawah Sadar cenderung bersifat “netral” terhadap data atau informasi yang masuk. Netral artinya tidak mengenal “baik” dan “buruk”, “salah” atau “benar”. Suatu data yang telah “berhasil” memasuki Pikiran Bawah Sadar dan telah menjadi memori permanen, maka dianggap sebagai “kebenaran”, walaupun mungkin sebenarnya data tersebut relatif “salah” berdasarkan kaidah umum.
Contoh klasik, pada saat kita kecil, ketika orang tua kita mengatakan : “… awas jangan main jauh-jauh, nanti kamu diculik hantu ….”, maka Pikiran Bawah Sadar seorang anak tentu tidak memahami apakah pernyataan tersebut “benar” atau “salah”, yang lebih dipahami adalah bahwa kata-kata orang tua pasti “benar” adanya, maka sejak saat itu di Pikiran Bawah Sadar terdapat data, bahwa hantu itu ada !
Hal lain yang menarik, bahwa ternyata porsi Pikiran Bawah Sadar ternyata sangat dominan dalam menentukan tindakan seseorang, Sebuah buku yang berjudul “Peace of Mind” dari Sandy Mc Gregor menyatakan bahwa kontribusi Pikiran Sadar hanyalah 12%, sedangkan kontribusi Pikiran Bawah Sadar adalah 88%. Jadi fenomena Pikiran Bawah Sadar sangat mirip dengan dasar dari gunung es yang jauh lebih besar daripada puncaknya yang terlihat.
Dari penjelasan di atas, jelas bahwa pikiran rasional saja tidaklah “cukup” untuk mewujudkan suatu tindakan ! Karena rasional adalah tugas dari Pikiran Sadar yang hanya berkonstribusi sebanyak 12% terhadap mekanisme suatu tindakan.
Oleh karena itu, walaupun mungkin anda belum pernah melihat hantu, atau secara rasional seharusnya hantu tidak perlu dianggap ada, tetapi saya yakin ketika anda melewati kamar mayat RSCM di tengah malam pasti anda akan takut ! Artinya, rasio anda tidak cukup mampu untuk membuat anda “berani”, karena Pikiran Bawah Sadar anda “terlanjur” mempercayai bahwa fenomena hantu adalah benar adanya !
Dengan komposisi kontribusi Pikiran Sadar 12% vs Pikiran Bawah Sadar 88%, maka kita dapat dikatakan nyaris merupakan “mahluk bawah sadar” !
Dari uraian di atas mungkin banyak hal yang sebenarnya tidak kita inginkan, tetapi “terlanjur” masuk ke pikiran bawah sadar karena banyaknya induksi dalam kehidupan ini.
Setiap orang secara alamiah pasti memiliki keinginan untuk selalu bergerak maju, tetapi di sisi lain seringkali yang terjadi justru mereka “berbelok” atau “ditarik” ke arah yang sebaliknya oleh pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar dapat menjadi kekuatan yang mendukung keinginan kita, atau sebaliknya dapat menjadi musuh kita yang paling kuat !
Dari berbagai hal yang telah dipaparkan, mungkin timbul suatu pertanyaan, dapatkah kita “membuang” hal-hal yang tidak memberdayakan yang sudah “terlanjur” berada di pikiran bawah sadar kita ? Dapatkah kita memasukkan hal-hal yang lebih positif ke pikiran bawah sadar sehingga pikiran bawah sadar akan bergerak selaras dengan keinginan kita ?
Jawabannya dapat ! Hipnotis adalah salah satu cara yang efektif untuk pemrograman dan pemrograman ulang pikiran bawah sadar !
Untuk memahami hal ini, mungkin sebaiknya kita mencoba untuk mencari tahu, apakah mekanisme yang terjadi di balik setiap tindakan manusia ? Hal ini mungkin dapat menjelaskan dengan baik berbagai kejadian dalam kehidupan sehari-hari yang sebetulnya sangat mirip dengan pertunjukkan hipnotis, yaitu bagaimana seseorang dapat melakukan tindakan yang “tidak masuk akal”.
Manusia bertindak dengan dilandasi pikiran, dan salah satu model psikologi menjelaskan bahwa pikiran terdiri dari bagian utama, yaitu : Pikiran Sadar (Conscious Mind) dan Pikiran Bawah Sadar (Sub-Conscious Mind).
Pikiran Sadar merupakan bagian dari pikiran kita yang bertugas untuk melakukan analisa dan pertimbangan-pertimbangan rasional, seringkali disetarakan dengan bagian kiri dari otak kita (Left Brain).
Pikiran Bawah Sadar berisikan database yang mencerminkan diri kita, dimana database ini merupakan akumulasi dari berbagai pemahaman, penalaran, pengalaman, bahkan penularan (induksi dari pihak lain) sejak mulai kita lahir sampai dengan hari ini.
Pikiran Bawah Sadar seringkali disetarakan dengan bagian kanan dari otak kita (Right Brain), oleh karena itu Pikiran Bawah Sadar merupakan wilayah yang didominasi oleh rasa dan emosi.
Yang paling menarik, Pikiran Bawah Sadar cenderung bersifat “netral” terhadap data atau informasi yang masuk. Netral artinya tidak mengenal “baik” dan “buruk”, “salah” atau “benar”. Suatu data yang telah “berhasil” memasuki Pikiran Bawah Sadar dan telah menjadi memori permanen, maka dianggap sebagai “kebenaran”, walaupun mungkin sebenarnya data tersebut relatif “salah” berdasarkan kaidah umum.
Contoh klasik, pada saat kita kecil, ketika orang tua kita mengatakan : “… awas jangan main jauh-jauh, nanti kamu diculik hantu ….”, maka Pikiran Bawah Sadar seorang anak tentu tidak memahami apakah pernyataan tersebut “benar” atau “salah”, yang lebih dipahami adalah bahwa kata-kata orang tua pasti “benar” adanya, maka sejak saat itu di Pikiran Bawah Sadar terdapat data, bahwa hantu itu ada !
Hal lain yang menarik, bahwa ternyata porsi Pikiran Bawah Sadar ternyata sangat dominan dalam menentukan tindakan seseorang, Sebuah buku yang berjudul “Peace of Mind” dari Sandy Mc Gregor menyatakan bahwa kontribusi Pikiran Sadar hanyalah 12%, sedangkan kontribusi Pikiran Bawah Sadar adalah 88%. Jadi fenomena Pikiran Bawah Sadar sangat mirip dengan dasar dari gunung es yang jauh lebih besar daripada puncaknya yang terlihat.
Dari penjelasan di atas, jelas bahwa pikiran rasional saja tidaklah “cukup” untuk mewujudkan suatu tindakan ! Karena rasional adalah tugas dari Pikiran Sadar yang hanya berkonstribusi sebanyak 12% terhadap mekanisme suatu tindakan.
Oleh karena itu, walaupun mungkin anda belum pernah melihat hantu, atau secara rasional seharusnya hantu tidak perlu dianggap ada, tetapi saya yakin ketika anda melewati kamar mayat RSCM di tengah malam pasti anda akan takut ! Artinya, rasio anda tidak cukup mampu untuk membuat anda “berani”, karena Pikiran Bawah Sadar anda “terlanjur” mempercayai bahwa fenomena hantu adalah benar adanya !
Dengan komposisi kontribusi Pikiran Sadar 12% vs Pikiran Bawah Sadar 88%, maka kita dapat dikatakan nyaris merupakan “mahluk bawah sadar” !
Dari uraian di atas mungkin banyak hal yang sebenarnya tidak kita inginkan, tetapi “terlanjur” masuk ke pikiran bawah sadar karena banyaknya induksi dalam kehidupan ini.
Setiap orang secara alamiah pasti memiliki keinginan untuk selalu bergerak maju, tetapi di sisi lain seringkali yang terjadi justru mereka “berbelok” atau “ditarik” ke arah yang sebaliknya oleh pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar dapat menjadi kekuatan yang mendukung keinginan kita, atau sebaliknya dapat menjadi musuh kita yang paling kuat !
Dari berbagai hal yang telah dipaparkan, mungkin timbul suatu pertanyaan, dapatkah kita “membuang” hal-hal yang tidak memberdayakan yang sudah “terlanjur” berada di pikiran bawah sadar kita ? Dapatkah kita memasukkan hal-hal yang lebih positif ke pikiran bawah sadar sehingga pikiran bawah sadar akan bergerak selaras dengan keinginan kita ?
Jawabannya dapat ! Hipnotis adalah salah satu cara yang efektif untuk pemrograman dan pemrograman ulang pikiran bawah sadar !
Hypnosis 1
Apakah Sesungguhnya Hypnosis Itu ?
Jika kita mendengar kata “Hypnosis”, maka kemungkinan kita akan membayangkan suatu peristiwa yang tidak biasa, dimana seseorang dapat sedemikian mudahnya “mengontrol” orang lain, dan memberikan perintah-perintah yang terkadang tidak masuk di akal sehat, sesuatu yang sering kita saksikan di layar kaca.Apa sesungguhnya Hypnosis itu ? Apakah Hypnosis terkait dengan kekuatan supranatural ? Apakah Hypnosis terkait dengan kuasa gelap, magis, atau mistik ?
***
Hypnosis berasal dari kata “Hypnos”
yang berasal dari kata Bahasa Yunani yang berarti “Dewi Tidur”. Istilah
Hypnosis sendiri diperkenalkan oleh Dr. James Braid, seorang dokter
berkebangsaan Inggris yang merupakan salah satu peneliti fenomena
Hypnosis moderen.
Hypnosis memiliki banyak makna, dan bersifat kontekstual, tergantung dari sudut mana kita akan membahasnya.
Salah satu makna dari Hypnosis adalah bahwa “Hypnosis” merupakan salah satu dari keadaan kesadaran manusia (State of Consciousness), dimana dalam konteks ini “keadaan kesadaran manusia” secara sederhana dapat dibagi menjadi tiga keadaan alami, yaitu :
Hypnosis memiliki banyak makna, dan bersifat kontekstual, tergantung dari sudut mana kita akan membahasnya.
Salah satu makna dari Hypnosis adalah bahwa “Hypnosis” merupakan salah satu dari keadaan kesadaran manusia (State of Consciousness), dimana dalam konteks ini “keadaan kesadaran manusia” secara sederhana dapat dibagi menjadi tiga keadaan alami, yaitu :
Normal State
Keadaan ini adalah keadaan normal
seperti yang kita pahami dalam kehidupan sehari-hari. Keadaan dimana
manusia bergerak sangat aktif dengan fokus pemikiran ke berbagai hal.
Pada keadaan ini manusia cenderung untuk sulit menerima suatu “saran” yang berasal dari luar dirinya.
Hypnosis State
Keadaan ini adalah keadaan
dimana obyek fokus pemikiran mulai berkurang, dan “area kritis” mulai
berkurang keaktifannya. Pada kondisi ini manusia mulai lebih mudah
menerima suatu “saran” yang berasal dari luar dirinya. Hypnosis State
sering juga disebut sebagai kondisi “Hypnos” atau “Hipnosa”.
Sleep State
Keadaan tidur alami (tanpa
mimpi), dimana pada keadaan ini pikiran manusia benar-benar terputus
dari dunia luar, sehingga dalam kondisi ini manusia juga tidak dapat
menerima saran yang berasal dari luar.
***
Dari penjelasan sederhana di atas,
maka mulai dapat dipahami bahwa dalam suatu peristiwa Hypnosis, seorang
Hypnotist (juru hipnotis) melakukan suatu proses tertentu yang dapat
“menempatkan” seseorang ke dalam kondisi “Hypnos”, sehingga selanjutnya
yang bersangkutan akan lebih mudah untuk “menerima” saran-saran yang
disampaikan oleh Hypnotist tersebut, bahkan terkadang saran-saran yang
mungkin dianggap tidak masuk akal.
***
Keadaan “Hypnos” merupakan keadaan alami sehari-hari kita, dimana dalam aktivitas sehari-hari kita nyaris selalu berpindah dengan cepat terutama dari keadaan “Normal” ke keadaan “Hypnos” dan sebaliknya.
Saat memasuki sebuah pusat perbelanjaan, kita dalam kondisi “Normal”, akan tetapi saat kita mengamati suatu barang yang menarik, mungkin kita akan segera memasuki kondisi “Hypnos”, sehingga seluruh citra barang tersebut menjadi lebih mudah kita rasakan, bahkan selanjutnya mungkin akan memicu rasa ingin memilikinya.
Selasa, 08 Oktober 2013
STOP ROKOK
Check this out for Yang terjadi
jika kita berhenti merokok
20 Menit
Tekanan darah turun menjadi normal.
Denyut nadi turun menjadi normal.
Temperatur tangan dan kaki naik menjadi normal
8 Jam
Tingkat karbon monoksida dalam darah turun menjadi normal.
Tingkat oksigen dalam darah naik menjadi normal.
24 Jam
Kemungkinan serangan jantung menurun
48 Jam
Ujung-ujung urat syaraf mulai tumbuh kembali.
Kemampuan mencium dan merasa bertambah.
Berjalan bertambah mudah.
3 Bulan 2 Minggu
Sirkulasi darah membaik.
Fungsi paru-paru naik sampai 30%
19 Bulan
Batuk, penyumbatan sinus, keletihan, sesak nafas menurun.
Silia bertumbuh kembali di dalam paru-paru, menambah kemampuan menangani lendir, membersihkan paru-paru, mengurangi infeksi.
1 Tahun
Risiko kena penyakit jantung koroner setengah dari perokok.
Itulah hal yang sangat positif jika kita berhenti merokok, So.. Tunggu apalagi mari kita bebaskan generasi muda dari pengaruh bahaya asap rokok.
20 Menit
Tekanan darah turun menjadi normal.
Denyut nadi turun menjadi normal.
Temperatur tangan dan kaki naik menjadi normal
8 Jam
Tingkat karbon monoksida dalam darah turun menjadi normal.
Tingkat oksigen dalam darah naik menjadi normal.
24 Jam
Kemungkinan serangan jantung menurun
48 Jam
Ujung-ujung urat syaraf mulai tumbuh kembali.
Kemampuan mencium dan merasa bertambah.
Berjalan bertambah mudah.
3 Bulan 2 Minggu
Sirkulasi darah membaik.
Fungsi paru-paru naik sampai 30%
19 Bulan
Batuk, penyumbatan sinus, keletihan, sesak nafas menurun.
Silia bertumbuh kembali di dalam paru-paru, menambah kemampuan menangani lendir, membersihkan paru-paru, mengurangi infeksi.
1 Tahun
Risiko kena penyakit jantung koroner setengah dari perokok.
Itulah hal yang sangat positif jika kita berhenti merokok, So.. Tunggu apalagi mari kita bebaskan generasi muda dari pengaruh bahaya asap rokok.
Langganan:
Postingan (Atom)